Tambang, Degradasi Lingkungan, dan Elit Pemerintahan: Perspektif Kebencanaan (Studi Kasus Tambang Semen Tonasa Pangkep Sulawesi Selatan)1916027153
Main Article Content
Abstract
Ada relasi yang kuat antara pertambangan, degradasi lingkungan, bencana, elit pemerintahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterlibatan elit desa dalam industri pertambangan semen yang berkontribusi terhadap degradasi lingkungan dan bencana. Penelitian ini menggunakan kualitatif dalam memahami studi ekologi politik pertambangan semen di Desa Mangilu. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam sedangkan analisis datanya menggunakan pendekatan kualitatif teknik 3 langkah; kategorisasi, reduksi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Elit desa memainkan peran aktif dalam pemberian izin pertambangan. (2) Lokasi pertambangan otomatis terjadi degradasi lingkungan dan menimbulkan bencana. Bencana yang ditimbulkan berupa banjir, kekeringan pada daerah sekitarnya. (3). Terjadinya ketimpangan ekonomi di mana elit memperoleh keuntungan ekonomi karena pemberian izin yang dipermudah sehingga perusahaan tambang memberikan kompensasi yang banyak tapi tidak merata distribusinya. (4) Masyarakat mengadakan perlawanan secara simbolik maupun terbuka dengan cara menuntut kompensasi dana CSR yang besar tetapi posisi mereka tidak kuat akibat dominasi elit desa. Kesimpulan penelitian bencana merupakan fenomena yang dikonstruksi melalui relasi entitas sosial yang berkolaborasi baik elit desa, perusahaan dan kelompok kepentingan yang hanya memikirkan kepentingan ekonomi mereka terutama elite desa yang mendominasi kekuasaan langsung atas masyarakat desa.
Article Details
Bankoff, G. (2004). Time is of the Essence: Disasters, Vulnerability and History1. International Journal of Mass Emergencies & Disasters, 22(3), 23-42. https://doi.org/10.1177/028072700402200303
Blaikie, P., & Brookfield, H. (1987). Land Degradation and Society. Methuen.
Bullard, R. D. (2000). Dumping in Dixie: Race, Class, and Environmental Quality. Westview Press.
Burchanuddin.A.(2024). Elit Formal Dalam Pembangunan Masyarakat. Solok. Media Cendekia Muslim.
Colchester, M., et al. (2006). Promised Land: Palm Oil and Land Acquisition in Indonesia—Implications for Local Communities and Indigenous Peoples. Forest Peoples Programme.
Escobar, A. (1995). Encountering Development: The Making and Unmaking of the Third World. Princeton University Press.
Fischer, F. (2000). Citizens, Experts, and the Environment: The Politics of Local Knowledge. Duke University Press.
Googgle map, 2025.
Hadiz, V. R., & Robison, R. (2005). Neo-liberal Reforms and liberal Consolidations: The Indonesian Paradox. The Journal of Development Studies, 41(2), 220-241.
Harvey, D. (2003). The New Imperialism. Oxford University Press.
Kamaruddin, S. (2024). Pembangunan dan Perubahan Sosial. Solok: Mitra Media Cendekia.
Martinez-Alier, J. (2002). The Environmentalism of the Poor: A Study of Ecological Conflicts and Valuation. Edward Elgar.
Peet, R., & Watts, M. (1996). Liberation Ecologies: Environment, Development and Social Movements. Routledge.
Robbins, P. (2012). Political Ecology: A Critical Introduction (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Tsing, A. L. (2005). Friction: An Ethnography of Global Connection. Princeton University Press.
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004) At Risk: Natural Hazards, People’s Vulnerability and Disasters. Routledge

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.