Kebijakan Mitigasi Konflik Gajah Liar dengan Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat
Main Article Content
Abstract
Konflik antara gajah liar dan masyarakat di Aceh Barat merupakan salah satu permasalahan sosial-ekologis yang kompleks. Konflik ini dipicu oleh penyempitan habitat gajah akibat alih fungsi lahan, perambahan hutan, dan tidak adanya zona penyangga yang memadai antara kawasan hutan dengan permukiman. Pergerakan kawanan gajah terutama terjadi di Krueng Meulaboh, Lawet, Canggai, dan Lango. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan mitigasi konflik yang diterapkan pemerintah dan aktor lokal serta mengevaluasi efektivitasnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa strategi mitigasi seperti penggiringan gajah, pembangunan pagar listrik, dan pembentukan Conservation Response Unit (CRU) telah dilakukan, tantangan berupa keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antarinstansi, dan rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini merekomendasikan strategi integratif berbasis kolaborasi multipihak dengan menguatkan regulasi lokal, mempercepat implementasi Rencana Induk Koridor Gajah Sumatera, memperkuat kapasitas pawang gajah (mahout), serta mengembangkan konsep Managed Elephant Range. Dengan demikian, mitigasi konflik dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang.
Article Details
Barua, M., Bhagwat, S. A., & Jadhav, S. (2013). The hidden dimensions of human–wildlife conflict. Biological Conservation, 157, 309–316.
BBC Indonesia. (2023). Konflik manusia dan gajah di Jambi.
BKSDA Aceh. (2024). Laporan tahunan konflik gajah di Aceh Barat.
Creswell, J. W. (2016). Research Design. Sage.
Dahrendorf, R. (1959). Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford.
Defri Yoza, R., Saputra, R., & Pebriandi, P. (2023). Human-Elephant Conflict in Bengkalis Regency. E3S Web of Conferences.
Ferdian, N. R., et al. (2023). People’s perceptions of human-elephant conflict in Aceh Jaya. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(3).
Febryano, I. G., et al. (2024). Mitigation efforts for human-elephant conflict in Bukit Barisan Selatan NP. Jurnal Belantara, 7(2), 218–231.
Fernando, P., et al. (2012). Human–elephant conflict in Asia. Gajah, 37, 25–34.
Global Forest Watch. (2021). Laporan Kehilangan Hutan Sumatera.
Graham, M. D., et al. (2010). Crop-raiding by elephants in Kenya. Systematics and Biodiversity, 8(4), 435–445.
Gunaryadi, D., & Sugiyo. (2017). Mitigasi konflik manusia–gajah menggunakan pagar listrik di Sumatra. JPHKA, 14(1), 23–34.
Kompas.com. (2022, 2 Januari). Laporan BKSDA tentang habitat gajah.
Marx, K. (1867). Das Kapital. Dietz Verlag.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage.
Mongabay. (2024). As human-elephant conflicts in Sumatra rise, risk from electric fences increases.
Mutmainah. (2010). Panduan Penulisan Ilmiah. Gadjah Mada Press.
Nyhus, P. J. (2016). Human–wildlife conflict and coexistence. Annual Review Env. Resources, 41, 143–171.
Oelrichs, J., et al. (2016). Deforestation in Sumatra. Biological Conservation, 194, 173–180.
Sukmantoro, W., & Waluyo, T. (2020). Konflik manusia dan gajah di Sumatera. Jurnal Biologi Tropis, 20(2), 85–94.
Sukumar, R. (2003). The Living Elephants. Oxford University Press.
Susilo, Y. D., et al. (2024). Community perceptions of human–elephant conflict on agricultural land. Annals of Agri Bio Research, 29(2).
Suryadi, F. (2021). Peran partisipasi masyarakat dalam konservasi satwa liar di Indonesia. Jurnal Sosial Ekologi, 9(1), 12–24.
Wijayaraja, J. L., et al. (2024). Long-range detection of elephants using seismic signals. arXiv.
WRI Indonesia. (2023). Konflik manusia dan gajah.
WWF Indonesia. (2019). Laporan tahunan konservasi gajah Sumatera.
Yayasan Leuser International. (2021). Webinar: Akar Konflik Manusia-Gajah di Aceh.
Zimmermann, A., et al. (2009). Community-based HEC management in Assam. Oryx, 43(1), 66–74.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.