Main Article Content

Hanifah Nurfadhilah
Rosnida Sari
Dodik Harnadi

Abstract

Quite a lot of cases of the feminization of poverty were found in Kesamben Kulon Village before the existence of the Women's School, this area was a marginalized village area. Child marriage or early marriage is the case that dominates in this village. This happens because of several background factors. Another form of feminization poverty also occurs because of their status as women. The process of establishing a Women's School is inseparable from obstacles and obstacles from those who do not agree with the existence of a Women's School. However, over time, the existence of the Women's School was able to bring about quite good changes for the grassroots women of Kesamben Kulon Village. This research aims to find out and describe the "Women's School" in its social practices which seeks to create social change for grassroots women in Kesamben Kulon Village. The research type is qualitative research with a qualitative descriptive approach. Research data was obtained through non-participant observation, interviews and documentation. Research analysis uses structuration theory by Anthony Giddens regarding social practices that occur through the duality of structure in power relations. The NGO KPS2K as the main agent of the Women's School carries out social practices by holding regular meetings. Good relationships through duality of structure are influenced by the existence of 3 structural dimensions, namely the significance structure, the dominance structure and the legitimacy structure. Agents with the power they have are able to influence the mindset of grassroots women who were initially constrained by patriarchal culture. The social changes that occur among members of Women's School are in the mindset and behavior of grassroots women in the village.


 


 


Kasus feminisasi kemiskinan cukup banyak ditemukan di Desa Kesamben Kulon ketika sebelum adanya Sekolah Perempuan yang mana daerah ini merupakan daerah desa yang terpinggirkan. Perkawinan anak atau pernikahan dini adalah kasus yang mendominasi terjadi di desa tersebut. Ini terjadi karena beberapa faktor yang melatarbelakangi. Bentuk feminisasi kemiskinan lain juga dialami perempuan desa tersebut karena status mereka sebagai perempuan. Proses perjalanan berdirinya Sekolah Perempuan tidak terlepas dari adanya hambatan dan rintangan dari pihak yang tidak setuju dengan adanya Sekolah Perempuan. Meskipun begitu, seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan Sekolah Perempuan mampu membawa perubahan yang cukup baik bagi perempuan akar rumput Desa kesamben Kulon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan “Sekolah Perempuan” dalam praktik sosialnya berupaya menciptakan perubahan sosial bagi perempuan akar rumput di Desa Kesamben Kulon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi non partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori strukturasi oleh Anthony Giddens mengenai praktik – praktik sosial yang terjadi melalui dualitas struktur dalam relasi – relasi kekuasaan. LSM KPS2K sebagai agen utama Sekolah Perempuan melakukan praktik – praktik sosial dengan adanya pertemuan secara rutin. Relasi yang baik melalui dualitas struktur dipengaruhi oleh adanya 3 dimensi struktur yakni struktur signifikasi, struktur dominasi dan struktur legitimasi. Agen dengan kekuasaan yang dimilikinya mampu mempengaruhi pola pikir para perempuan akar rumput yang awalnya terkekang oleh budaya patriaki. Perubahan sosial yang terjadi pada anggota Sekolah Perempuan adalah pada pola pikir dan perilaku perempuan akar rumput di desa tersebut.

Article Details

How to Cite
Nurfadhilah, H. ., Sari, R. ., & Harnadi, D. . (2026). Sekolah Perempuan: Praktik Sosial Agen pada Perempuan Akar Rumput Desa Kesamben Kulon . Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 2(1), 120–137. Retrieved from https://pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/173
References
BPS. (2014). Kecamatan Wringinanom Dalam Angka 2014. BPS Kabupaten Gresik.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Memilih di antara Lima Pendekatan (Ke-3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giddens, A. (2010). The Constitution of Society: Outline of Theory of Structuration, diterjemahkan oleh Mautur dan Daryanto dengan judul Teori Strukturasi: Dasar—Dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

KemenPPPA. (2022). Pembangunan Manusia Berbasis Gender Tahun 2022. KemenPPPA.

KPS2K. (2015). Laporan Pemetaan Partisipatif Desa Kesamben Kulon Kec. Wringinanom Kab. Gresik Prov. Jawa Timur. KPS2K Jawa Timur

Shofiyyahtusya’diah, M., & Rahaju, T. (2022). Implementasi Program Pemberdayaan Perempuan Melalui Sekolah Perempuan (Sekoper) di Desa Kramat Inggil Kabupaten Gresik. 10(3), 711–724.

Ritzer, George. 2012. Sociological Theory diterjemahkan oleh Saut Pasaribu, Rh. Widada dan Eka Adi Nugraha dengan judul Teori Sosiologi Dari Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Posmodern. Ed-8. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zahrawati, F. (2020). Pembebasan Jerat Feminisasi Kemiskinan. AL MA’ARIEF: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 2(1), 9–16. https://doi.org/10.35905/almaarief.v2i1.1327

Author Biographies

Hanifah Nurfadhilah, Universitas Jember

Universitas Jember

Rosnida Sari, Universitas Jember

Universitas Jember

Dodik Harnadi

Universitas Jember