Main Article Content

Dyah Hapsari ENH
Diana Dewi Sartika

Abstract

Fenomena anak sebagai pelaku kejahatan (anak berkonflik dengan hukum/ABH) memang merupakan fenomena yang ada di tengah kehidupan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi dapat pula dilakukan oleh anak-anak. Studi ini dikhususkan untuk mendeskripsikan sejumlah data terkait anak dan kejahatan, khususnya pada anak pelaku (anak berkonflik dengan hukum) di Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif, dimana infoman ditentukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, untuk kemudian dianalisis dan disimpulkan. Kejahatan merupakan salah satu ekses negatif dari masifnya pembangunan perkotaan. Data spesifik mengenai tindak kejahatan yang dilakukan ABH di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa: (1). Pada Tahun 2020, rata-rata jumlah ABH yang menghuni LPKA di Provinsi Sumsel merupakan yang tertinggi di Indonesia, (2). Pencurian merupakan jenis tindak kejahatan terbanyak yang menjerat ABH, (3). Dibandingkan dengan 18 (delapan belas) kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumsel, sebagian besar ABH di provinsi ini berasal dari Kota Palembang. Peneliti merekomendasikan perlunya upaya transformasi, khususnya terkait dengan membangun kapasitas refleksif pada anak dan penguatan institusi keluarga sebagai institusi primer, agar anak dapat tumbuh dengan karakter positif yang kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan habitus kejahatan.

Article Details

How to Cite
ENH, D. H. ., & Sartika, D. D. . (2023). ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI SUMATERA SELATAN . Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(1), 420–425. Retrieved from https://pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/68
References
BPS. 2020. Provinsi Sumatera Selatan Dalam Angka 2020.

Denzin, N. K., dan Lincoln, Y. S. 2011. Handbook of Qualitative Research. California; Sage Publications.

Djaya, I. 2020. Memahami Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum (A. Yulfianto & A. Fadillah, ed.). Palangkaraya; JDHIN-BOHN.

Ikhsanuddin, A. 2018. Ada 504 Kasus Anak Jadi Pelaku Pidana, KPAI Soroti Pengawasan Ortu. (Detiknews.com, 23 Juli). Diakses di https://news.detik.com/berita/d-4128703/ada-504-kasus-anak-jadi-pelaku-pidana-kpai-soroti-pengawasan-ortu

Kartono, K. 2017. Patologi Sosial 2 - Kenakalan Remaja (14th ed.). Jakarta; PT RajaGrafindo Persada.

Sulaiman, R., dan Halidi, R. 2019. Anak Berhadapan Hukum Tertinggi, Potret Buram Perlindungan Anak Indonesia. (Suara.com, 23 Juli). Diakses di https://www.suara.com/health/2019/07/23/071000/anak-berhadapan-dengan-hukum-potret-buram-perlindungan-anak-di-indonesia.

Suyanto, B. 2019. Sosiologi Anak. Jakarta; Prenadamedia Group.

Tiara, A. E., dan Billiansya, M. R. 2017. Potret Pelaksanaan Diversi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Kepolisian (Di Sepanjang Tahun 2013-2016). Jakarta; Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Wuryaningsih, T. (2017). Anak Berkonflik Dengan Hukum: Membongkar Rezim Pendisiplinan Anak. Univeritas Gadjah Mada.

Author Biographies

Dyah Hapsari ENH, Universitas Sriwijaya

Universitas Sriwijaya / Jurusan Sosiologi

Diana Dewi Sartika, Universitas Sriwijaya

Universitas Sriwijaya / Jurusan Sosiologi